Manusia sering
disebut-sebut sebagai hasil evolusi darikera. Sejak terlontarnya teori evolusi
yang sangat terkenal itu, ilmuan-ilmuan dibarat tak ada bosannya dalam
melakukan penelitian disana-sini. Mereka membanding-bandingkan bentuk tubuh
manusia purba yang satu dan yang lainnya guna memuktikan teori evolusi
tersebut.
Padahal Charles
Darwin sendiri tidak mengatakan bahwa manusia adalah keturunan kera. Teori
Darwin mengenai kejadian manusia hanyalah semacam dugaan atau telaah semata dan
selanjutya evolusi – evolusi yang telah ada hanyalah imaginasi dari beberapa
ahli paleontology saja. Namun akibatnya masyarakat pada waktu itu menarik
kesimpulan dari teori Darwin bahwa manusia adalah keturunan kera.
Hal ini tentu sangat
bertentangan dengan apa yang tertulis dalam kitab suci. Dalam Kitab suci kaum
Nasrani - Injil tertulis bahwa manusia adalah ciptaan tuhan dan bukan keturuan
kera. Hal ini sangatberbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Charles Darwin
sehingga saat itu orang mulai berpendapat bahwa makna kitab Injil yang dianggap
sebagai “the word of god” adalah salah dan mereka mulai bepikir bahwa ilmu
pengetahuan bertentangan dengan agama.
Namun masalah
tersebut dapat dijawab oleh Al-Quran melalui ayat-ayat yang terkandung
didalamnya. Dr. Mauruce Bucaille, seorang pakar kedokteran asal perancis pun
dalam penelitiannya pun merujuk pada Al-Quran.Ia berpendapat Al-Quran berisikan
konsep – konsep ilmu moderen yang waktu kitab suci tersebut diturunkan ke bumi
dan data – data tersebut belum dikenal di timur maupun di barat.
Dalam islam, manusia
adalah makhluk yang palin sempurna, karena ia memiliki akal dan perasaan.
Dalam surat Al- Hijir
ayat 28 Allah berfirman “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan
telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya
dengan bersujud.”. Firman Allah dalam kalimat ‘ maka tunduklah kamu kepadanya
dengan bersujud’ menandakan bahwa manusia lebih tinggi derajatnya daripada
malaikat sekalipun. Jika dalam al-quran malaikat digambarkan sebagai makhluk
Allah yang Indah maka pantaskah manusia – manusia purba disebut lebih sempurna
daripada malaikat.
Dalam Al-Quran pun
terdapat ayat – ayat lain berkaitan dengan kejadian manusia.
“ dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu
saripati (berasal) dari tanah.” (Al-Quran 23 : 12)
“Kami telah menciptakan ,mereka (manusia) dan menguatkan
persendian tubuh mereka, apabila kami menghendaki, kami sungguh-sungguh
mengganti (mereka) dengan orang –orang yang serupa dengan mereka.”(Al-Quran
76:28)
“ Jika dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan
menggantimu dengan apa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana
Dia telah menjadikanmu dari keturan orang – orang lain.” (Al-Quran 6:133)
Dari ayat-ayat diatas
Dr. Maurice Bucaille menyimpulkan bahwa manusia bukanlah berasal atau hasil
evolusi dari kera. Kelompok manusia purba pernah hidup di bumi ini dalam bentuk
tubuh yang berbeda – beda yang semuanya adalah menurut rencana Tuhan. Kelompok
manusia purba hidup dan punah dan digantikan oleh kelompok lain. Itulah yang dikemukakan
Al-Quran. Akhirnya, Dr. Maurice bucaile dalam bukunya menyatakan bahwa sia –
sialah mencari perbedaan dari Al-Quran dan data-data paleontology atau dengan
informasi mengenai evolusi karena sesungguhnya apa yang disebut evolusi memang
tidak pernah ada.
Sumber : http://www.kompasiana.com/andrianianisha/evolusi-dalam-pandangan-islam-benarkah-terjadi_550fd859a33311be37ba7d2d
Sumber : http://www.kompasiana.com/andrianianisha/evolusi-dalam-pandangan-islam-benarkah-terjadi_550fd859a33311be37ba7d2d
