Minggu, 22 Mei 2016

Penentuan Jenis Kelamin Pada Janin dalam Perspektif Islam dan Sains

Dalam proses penentuan jenis kelamin terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh Swt. Sebagimana diungkapkan dalam Al-qur’an Surat An-Najm: 45-4.
وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَوَالأنْثَى○مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَى○
"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." ( Q.S An -Najm : 45-46 )
Manusia dilahirkan kedunia dengan membawa potensi dan karakteristik tertentu (hereditas). Dalam sains modern diketahui adanya hukum pewarisan sifat yang ditentukan oleh faktor-faktor genetis. Al-Qur’an sebagai mu’jizat terbesar telah menginformasikan bagaimana fenomena-fenomena tersebut terjadi. Selanjutnya perlu kita kaji bersama bagaimana sains menjelaskan tentang proses penentuan jenis kelamin  pada manusia. Semoga hal tersebut dapat semakin memperkokoh keimanan dan ketakwaan kita.
Berdasarkan sumber Fiqih agama Islam yaitu Al-Qur’an, Hadits, Ijma dan Qiyas,hukum asal menempuh cara-cara untuk menentukan jenis kelamin pada janin adalah boleh dan tidak ada syariat yang melarang, hal ini diperkuat dalam hukum asal ajaran Islam yaitu bahwasanya segala sesuatu hukum asalnya boleh dan halal sampai ada dalil yang melarang dan sampai sekarang berdasarkan kesepakatan ulama belum ditemukan dalil yang menjadi sandaran haramnya merencanakan jenis kelamin bayi.
·    Proses Penentuan Jenis Kelamin Pada Janin Dalam Islam
Proses penentuan jenis kelamin bayi dalam Islam dijelaskan dalam sebuah hadits nabi yang diriwayatkan dari Tsauban, budak Rasulullah yang memuat dialog Rasulullah dengan seorang rahib Yahudi :
Air laki-laki itu putih dan air wanita itu kuning, apabila keduanya bersatu kemudian sperma laki-laki diatas sperma perempuan, maka janin itu laki-laki dengan izin Allah. Dan apabila sperma wanita diatas sperma laki-laki, maka janin itu perempuan dengan izin Allah.”
Hadits diatas memberikan penjelasan bahwa, jika air mani laki-laki mengalahkan air mani perempuan yaitu dia datang dari atasnya dimana seorang wanita mencapai puncak orgasme lebih dahulu dan mengeluarkan cairannya, kemudian laki-laki datang memancarkan sperma dan mencapai orgasme setelah wanita mencapai lebih dahulu.  Kemudian cairan sperma datang di atasnya maka kelak bayi yang dikandung istri InsyaAllah laki-laki dengan izin Allah. Begitu juga sebaliknya jika sperma wanita mengalahkan sperma laki-laki, maka bayi yang dikandung istri InsyaAllah perempuan dengan izin Allah. Dimana laki-laki lebih dahulu mencapai orgasme kemudian disusul perempuan.
Disamping cara diatas dalam Islam juga dipercayai dan dibolehkan cara alami seperti mengatur waktu jima’ (bersetubuh) misalnya waktu ovulasi sang istri, posisi berjima’ dan mengatur pola makanan.
Asbabun wurud dari hadist diatas tidak ada karena dalam hadist tentang alam tidak ada asbabun wurudnya. Tidak semua ada asbabul wurudnya.
·    Penentu Jenis Kelamin Pada Janin Dalam Sudut Pandang Sains
Sadarkah kita bahwa jenis kelamin dari janin yang dikandung dapat kita tentukan baik itu laki-laki ataupun perempuan, dengan teknologi saat ini mungkin itu bukanlah suatu hal yang mustahil dilakukan dan bukan khayalan lagi.
Individu baru ( bayi ) manusia dilahirkan dari bergabungnya dua sel kelamin yaitu ovum ( sel telur ) yang diproduksi oleh wanita dan sperma yang diproduksi oleh laki-laki. Penggabungan antara dua sel telur ini disebut sebagai fertilisasi ( Pembuahan ) dan sel yang dihasilkan dari pertemuan antara sel sperma dan ovum ini disebut sebagai zigot atau janin.
Kita mengetahui pada manusia terdapat 46 kromosom yang terdiri dari 44 autosom( kromosom yang tidak berhubungan pada penentuan jenis kelamin ) dan 2 seks kromosom ( kromosom yang menentukan jenis kelamin ). Pada laki-laki seks kromosomnya di lambangkan dengan XY dan pada perempuan seks kromosomnya dilambangkan dengan XX. Pada pembuahan masing – masing sel kelamin baik pria ataupun wanita membawa 22 autosom dan 1 seks kromosom. Sehingga pada sel sperma ada 2 kemungkinan sperma yang terbentuk yaitu 22 autosom dan seks kromosom X atau 22 autosom dan seks kromosom Y. dua  Jenis seks kromosom pada laki-laki ini juga mempunyai sifat tertentu yaitu :
1.  Pada kromosom X bentuk kromosomnya lebih panjang dan lebih besar, gerakan sperma dengan kromosom ini lambat, umurnya ketika pembuahan 5-6 hari  dan lebih tahan terhadap asam.
2.  Pada kromosom Y bentuknya bundar dan lebih kecil 0.3 kali dari sperma dengan kromosom X, gerakannya lebih cepat, umurnya hanya 2-3 hari dan kurang tahan asam.
Dari hasil riset, penentuan jenis kelamin pada janin bukan ditentukan oleh sel telur pada wanita akan tetapi ditentukan oleh seks kromosom yang dibawa oleh sel sperma laki-laki. Kita tahu bahwa seks kromosom yang dimiliki wanita hanya X pada sel telur. Apabila sel sperma dengan seks kromosom Y membuahi sel telur tersebut maka terbentuklah janin laki-laki ( XY )dan apabila sel sperma dengan kromosom X yang membuahi sel telur maka terbentuklah janin perempuan.

3 komentar: